Sabtu, 12 November 2016

Is the closest one that break the most.
Never regret, you please them to come in, and left the pain.

Is the closest One will heal that pain, come back and put all hopes in.
(94:8)

 

Senin, 17 Oktober 2016

Kembali berharap pada-Nya
Di saat beberapa lama hirau akan kalimat-Nya
Masih pantaskah diri ini meminta perhatian-Mu kembali ?
Akankah diri yang tak peka akan himbauan-Mu ini,
di beri kesempatan untuk kesekian kalinya kembali padaMu,
memohon padaMu, dan mendapat kasih sayangMu

Sebuah penyesalan..
bukan,
Beribu penyesalan telah ku ungkap
Betapa diri ini malu berharap
Akan uluran tangan dan dekap
Dengan simpuh-sujudku merayap
Kelak haturan doa penantian ini terwujud tegap

Kunjungan dalam Secangkir Kopi

Langkah kaki masuk menuju meja kayu
Jauh dari pintu
Terasa redup cahaya lampu
Alunan sayup lagu lawas terdengan merdu
Dan mata antusias bercerita,
kepada hati akan suasana nan syahdu

Mata ini kembali berlari kesana kemari
Seakan suasana ini mengetuk hati
Perlahan ku tarik kursi kayu di sisi
Niat untuk lama menikmati

Semerbak aroma kopi menyentuh relung
Suasana yang cukup untuk membuat suatu palung
Ku lihat lembut asap melayang terbang
Sontak pentas cerita mata ini terpecah
Memegang kertas kecil seseorang menyapa ramah
Tak lama terhenti, cepat ku pesan secangkir 'es krim kopi'
Dan kembali lanjut menggusarkan hati

Inginku berkelana jauh di sini
Memajamkan mata, menghela nafas, dan sekejap khayalku pergi
Dengan perlahan ku menapaki jejak terdekat
Hingga akhirnya aku jauh terseret tersesat
Percayalah, palung ini terasa semakin penat
Benar-benar berat

Sampai es krim kopi ini tiba, ku tersenyum sesaat
Sungguh.. aku lelah
Berkunjung dalam negeri memori.

Not dedicated for anyone

Senin, 28 Desember 2015

Haturkan Rindu

Kala embun hanya tinggal ukir jejaknya
Disaat angin lelah berhuru-hara
Hingga matahari lukis jingga di langit senja
Cahaya rembulan pun tak lawan saat waktu menyekapnya

Daun-daun merunduk menyapa
Ranting berdenting temani raga
Ilalang hibur saat ku tak berkata
Gemercik air berlompat ria bangunkan jiwa

Ukir kata tanpa ku berkata
Bumi telah timpakan sunyinya
Seraya tatap lukis mata bicara
Tadah tangan harapku pun lirihkan doa untuknya
Tinggalkan serahku pada-Nya

Minggu, 05 Juli 2015

Sebaiknya kita sadar sedini mungkin, bahwa Perintah dan Larangan 


Allah SWT.


itu sangat Jelas, dan Patuhilah.
Sebelum 'menyesal' menjadi satu-satunya kata yang tersisa diakhir pemahamanmu.

Senin, 29 Desember 2014

Find Out Peacefullness In Your Self


Ketika saya berbicara, berbagi, dan bercerita dengan diri sendiri, saya percaya selain Tuhan yang Maha Mendengar Tuhan-pun ikut berdiskusi dan menenangkan hati.

Minggu, 28 Desember 2014


Sedikitkah pribadi yang tertarik akan indahnya berlaku…


J U J U R ? .

Senin, 24 November 2014


People Change…
The words that can’t be described clearly but absolutely be able to feel
People, a human who has capability to do all what they want. Normal people can taste, can hear, can speak, can think, can see. But we know none people can’t feel.
All around us happens depend on what we believe, what we think, and what we do. Plus exist because minus exist.
The dimension we haven’t find yet, is that still we looking for ? space, time, could us count it ?
There is no determinate scale in this life, we just make it simple.
             

                 Menapaki materi semu yang tak pasti di bumi ini. Tak perlu bertanya kita dimana akhirnya.  Tiada yang memastikan unit satuan apa yang ada dalam hidup ini, angka dan huruf pun yang dengan jelas bersama tak pasti rupa dan banyaknya.
                 Waktu…
                Adakah yang dapat memberikan saya pandangan bagaimana saya dapat mendefinisikan Waktu? Yang saya tahu kuasa Tuhan adalah interpretasi dari waktu itu sendiri. Dapatkah kita mengendalikan dimensi waktu ? yang saya tahu semua kehidupan terkendali karena adanya waktu. Dan yang saya pahami tiada orang di muka bumi dapat memiliki waktu. Saya menyadari begitu dangkal pengetahuan tentang Waktu ini.

                Saat kalian menyadari bahwa orang-orang sekitar tak terikat dengan waktunya, lalu mengapa masih menyandingkan mereka pada waktu kala itu.  Apakah mereka bisa pergi ke waktu itu lagi ?  apakah mereka bisa mengulangi kejadian di waktu itu ? atau apakah waktu dapat mengajaknya berkunjung kembali ? Walau bumi berputar tiada henti lalu mengulang dan terus berulang untuk berputar apakah waktu dapat terulang?, dapat berputar ? Yang saya pahami waktu tak akan memberi hal yang sama untuk kedua kalinya kepada orang yang sama. Past still be past and never be future, but future by the time goes by it will be past.

                Adakah ukuran, satuan, ataupun standar dalam mengartikan Kedewasaan ? banyak orang keliru arti harfiahnya kedewasaan itu sendiri. Waktu, tindakan, pengalaman, pembelajaran, dan keputusan, adalah circle dari kedewasaan.

                Tidak ada definisi kedewasaan dengan pasti bagi saya. Yang ada hanya manusia terus berubah menjadi yang lebih baik dalam pandangan mereka sendiri, bagaimana kelajuanya ? kelajuan itu vector, yang ada nilai ada arah. Maka dari itu perubahan yang mereka lakukan tergantung arah pandangan dan wawasan mereka sendiri, sejauh mana yang bisa mereka tempuh, dan berapa lama waktu yang mereka butuhkan sehingga mereka dapat menyadari adanya proses untuk menjadi yang sekarang ini.            

Menjadi pribadi seperti sekarang ini adalah pilihan. Senjata bertahan dalam pilihan adalah keyakinan.  Dan yang paling utama mendekatkan diri kepada Tuhan, satu-satunya Sang Pemberi kepastian. Kejarlah Tuhan empunya dari semua agar engkau dijauhkan dari kebimbangan.


Nonetheless…  Allah swt.